Tuesday, 16 May 2017
Bagian-bagian Bulldozer
Keterangan :
1. Blade
2. Lift Cylinder
3. Cabin
4. Fuel Tank
5. Ripper
6. Sprocket
7. Track Roller
8. Straight frame
9. Track shoe
10. Canopy
Power Train Pada Unit Bulldozer Komatsu
Pada Unit Bulldozer terdapat 3 jenis power train yaitu :
1. Direct Drive
2. Torqflow Transmission
3. Hydroshift Transmission
A. Bulldozer dengan Direct Drive System
1. Engine
2. Clutch
3. U-joint
4. Mechanical Transmission
5. Steering Clutch
6. Steering brake
7. Sprocket
8. Track
Pada unit ini masih menggunakan clutch sebagai pemindah tenaga dari engine ke
Transmisi. Contoh unitnya adalah D70LE.
B. Bulldozer dengan Torqflow Transmission System
1. Engine
2. Torque Converter
3. U-joint
4. Torqflow Transmission
5. Steering Clutch
6. Steering brake
7. Sprocket
8. Track
9. T/M Control Valve
Pada unit dengan powertrain ini menggunakan torque converter sebagai
pemindah tenaga dari engine ke transmisi. Jenis transmission gear box yang
digunakan pada system ini menggunakan system hidrolis (planetary gear system). Ada
beberapa unit yang dilengkapi dengan damper dan ada juga yang tidak dilengkapi
dengan damper.
C. Bulldozer dengan Hydroshift Transmission System
1. Engine
2. Damper
3. U-joint
4. Torqflow Transmission
5. Steering Clutch
6. Steering brake
7. Sprocket
8. Track
9. T/M Control Valve
Pada unit yang menggunakan transmisi jenis ini tidak menggunakan torque
converter maupun clutch. Akan tetapi system ini masih menggunakan transmission
gear box dengan system hidrolis (planetary system) dalam pemindahan tenaga.
1. Direct Drive
2. Torqflow Transmission
3. Hydroshift Transmission
A. Bulldozer dengan Direct Drive System
1. Engine
2. Clutch
3. U-joint
4. Mechanical Transmission
5. Steering Clutch
6. Steering brake
7. Sprocket
8. Track
Pada unit ini masih menggunakan clutch sebagai pemindah tenaga dari engine ke
Transmisi. Contoh unitnya adalah D70LE.
B. Bulldozer dengan Torqflow Transmission System
1. Engine
2. Torque Converter
3. U-joint
4. Torqflow Transmission
5. Steering Clutch
6. Steering brake
7. Sprocket
8. Track
9. T/M Control Valve
Pada unit dengan powertrain ini menggunakan torque converter sebagai
pemindah tenaga dari engine ke transmisi. Jenis transmission gear box yang
digunakan pada system ini menggunakan system hidrolis (planetary gear system). Ada
beberapa unit yang dilengkapi dengan damper dan ada juga yang tidak dilengkapi
dengan damper.
C. Bulldozer dengan Hydroshift Transmission System
1. Engine
2. Damper
3. U-joint
4. Torqflow Transmission
5. Steering Clutch
6. Steering brake
7. Sprocket
8. Track
9. T/M Control Valve
Pada unit yang menggunakan transmisi jenis ini tidak menggunakan torque
converter maupun clutch. Akan tetapi system ini masih menggunakan transmission
gear box dengan system hidrolis (planetary system) dalam pemindahan tenaga.
Cara Membaca Kode Mesin Bulldozer Komatsu
Machine Code Komatsu Bulldozer

Contoh :
D85ESS-2
D = Dozer
8 = Size
5 = Menggunakan Torque Converter
E = Long Track
SS = Super Skidder
2 = Modifikasi
Sistem Penggerak
0 = Direct Drive
1 = Hydroshift Transmission
3 = Hydroshift Transmission
7 = Hydroshift Transmission
5 = Torqflow Transmission
Perlengkapan
A = Attachment standart
E = Long Track
S = Shovel Dozer
P = Swamp Shoe
C = Pipelayers
Q = Swamp Shoe & Shovel Dozer
Product Image
SS = Super Skidder
LE = Logging Emperor
SD = Super Dozer
SR = Super Ripping
AX = HMP (Hydraulic Motor Pump)
Modifikasi Machine
-1 = Original
-2 = Modifikasi Pertama
-3 = Modifikasi kedua
dst
Tuesday, 10 September 2013
Cara Kerja Power Steering
POWER STEERING
Sistem kemudi ini memiliki sebuah booster hidraulis dibagian tengah mekanisme kemudi agar kemudi menjadi lebih ringan. Dalam keadaan normal beratnya putaran roda kemudi adalah 2-4 kg ( lihat gambar )
Animasi cara kerja power steering
Sistem power steering direncanakan untuk mengurangi usaha pengemudian bila kendaraan bergerak pada putaran rendah dan menyesuaikan pada tingkat tertentu bila kendaraan bergerak, mulai kecepatan medium sampai kecepatan tinggi.
Penggunaan power steering memberikan keuntungan seperti :
- Mengurangi daya pengemudian ( steering effort )
- Kestabilan yang tinggi selama pengemudian
Cara kerja power steering :
1. Posisi netral
Minyak dari pompa dialirkan ke katup pengontrol ( control valve ). Bila katup pengontrol berada pada posisi netral, semua minyak akan mengalir melalui katup pengontrol ke saluran pembebas ( relief port )dan kembali ke pompa. Pada saat ini tidak terbentuk tekanan dan arena tekanan kedua sisi sama, torak tidak bergerak.
Animasi gerakan fluida pada posisi netral
2. Pada saat membelok
Pada saat poros utama kemudi (steeringmain shaft) diputar ke salah satu arah, katup pengontrol juga akan bergerak menutup salah satu saluran minyak. Saluran yang lain akan terbuka dan akan terjadi perubahan volume aliran minyak dan akhirnya terbentuk tekanan. Pada kedua sisi torak akan terjadi perbedaan tekanan dan torak akan bergerak ke sisi yang bertekanan rendah sehingga minyak yang berada dalam ruangan tersebut akan dikembalikan ke pompa melalui katup pengontrol.
Animasi gerakan fluida pada saat berbelok
Demikianlah cara kerja power steering.
Sistem kemudi ini memiliki sebuah booster hidraulis dibagian tengah mekanisme kemudi agar kemudi menjadi lebih ringan. Dalam keadaan normal beratnya putaran roda kemudi adalah 2-4 kg ( lihat gambar )
Animasi cara kerja power steering
Sistem power steering direncanakan untuk mengurangi usaha pengemudian bila kendaraan bergerak pada putaran rendah dan menyesuaikan pada tingkat tertentu bila kendaraan bergerak, mulai kecepatan medium sampai kecepatan tinggi.
Penggunaan power steering memberikan keuntungan seperti :
- Mengurangi daya pengemudian ( steering effort )
- Kestabilan yang tinggi selama pengemudian
Cara kerja power steering :
1. Posisi netral
Minyak dari pompa dialirkan ke katup pengontrol ( control valve ). Bila katup pengontrol berada pada posisi netral, semua minyak akan mengalir melalui katup pengontrol ke saluran pembebas ( relief port )dan kembali ke pompa. Pada saat ini tidak terbentuk tekanan dan arena tekanan kedua sisi sama, torak tidak bergerak.
Animasi gerakan fluida pada posisi netral
2. Pada saat membelok
Pada saat poros utama kemudi (steeringmain shaft) diputar ke salah satu arah, katup pengontrol juga akan bergerak menutup salah satu saluran minyak. Saluran yang lain akan terbuka dan akan terjadi perubahan volume aliran minyak dan akhirnya terbentuk tekanan. Pada kedua sisi torak akan terjadi perbedaan tekanan dan torak akan bergerak ke sisi yang bertekanan rendah sehingga minyak yang berada dalam ruangan tersebut akan dikembalikan ke pompa melalui katup pengontrol.
Animasi gerakan fluida pada saat berbelok
Demikianlah cara kerja power steering.
Subscribe to:
Posts (Atom)